Jumat, 05 Juni 2009
ketika aku lahir,aku tidak mengetahui apa-apa,aku hanya mengetahui adanya terang didepanku,yang aku saksikan melalui sebuah jendela dari jiwaku,adalah sepasang mata,sebuah anugerah. lalu aku tumbuh menjadi anak-anak,remaja dan menjadi dewasa. aku melewatinya dengan penuh suka-cita dan banyak rintangan. ketika aku mulai menginjakkan kakiku di tangga pasca kedewasaan,aku mulai masuk kedalam lingkaran perenungan diri. aku mulai berfikir, ada apa dengan diriku dan segala yang menyangkut akan diriku. siapa pencipta dari aku dan "aku". aku mencari "aku",menelusuri bentuk-bentuk dan banyak warna. aku banyak mencampurkan bentuk dan warna kedalam "aku",yang aku campur lagi dengan air dari kejiwaanku, hingga aku berharap akan membentuk sebuah bentuk yang memiliki warna. tetapi apa yang aku dapatkan,aku tidak mendapatkan apa-apa,aku malah mendapatkan kebingungan dalam keterbatasanku. tidak ada bentuk,tidak ada warna,padahal semua adonan aku peroleh dari bentuk dan warna. aku merenung,berjalan dari satu bentuk ke bentuk yang lain,dari satu warna ke warna yang lain. aku pelajari kembali, dan kemudian aku kembalikan lagi ke dalam "aku". ternyata semua adalah kekosongan. aku baru menyadari,bahwasannya "aku" yang sebenarnya adalah kekosongan, dimana tidak pernah memiliki dan termiliki. kita memiliki apa? dimiliki siapa? apa kita tahu itu? toh kita sekian lama ini hanya menurut saja dengan ajaran-ajaran orang pendahulu kita tanpa kita harus tahu akan bumbu-bumbu masaknya. cobalah kita tengok kedalam diri, seperti apa bentuk dari kita, toh semua dari kita memiliki "aku". ketika kita bicara dalam hati, siapa yang pertama kali mendengar? ketika kita berbuat dosa tanpa sepengetahuan orang lain, siapa yang lebih dulu tahu? "aku" bukan? cobalah renungkan sekali lagi....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar